Lahir di Semarang, 9 April 1966 (45 tahun). Adalah seorang gitaris fingerstyle Indonesia yang banyak menjelajahi berbagai repertoar. Ia menggunakan gitar klasik sebagai instrumennya. Gitaris Indonesia ini memberikan sumbangan dalam musikalisasi puisi dengan melakukan kolaborasi antara permainan gitar dengan pembacaan puisi.

Ia pernah berkolaborasi dengan Alm. WS. Rendra, pelukis Susilowati Natakoesoemah dalam acara “Collaborathree” di Jakarta, pemain perkusi tradisional Suryadi dan penyanyi tenor Abimanyu. Jubing juga diakui oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Gitaris Indonesia Pertama yang Menyebarluaskan Komposisi dan Aransemen Gitar Pribadi Secara Gratis di Internet” pada tahun 2008.

Sebelumnya, pada tahun 2005, ia menerima penghargaan MURI sebagai “Penulis Ensiklopedia Gitar Pertama di Indonesia”. Jubing dibesarkan oleh kedua orang tua  yang mencintai musik. Usia 12 dia sudah tampil bergitar mengiringi teman-teman sekolahnya dalam konser publik. 2 tahun kemudian Jubing belajar gitar klasik pada Suhartono Lukito di Semarang. Setahun kemudian dia masuk final Yamaha Festival Gitar Indonesia (YFGI) 1982 untuk bagian bebas atau non klasik.

Sejak itu Jubing kerap mengikuti YFGI-selalu di kategori bebas. Empat gelar juara I (tahun 1987, 19992, 1994, dan 1995) ia raih. Tahun 1984 ia meraih Distinguished Award pada Festival Gitar Yamaha se-Asia Tenggara di Hongkong. Setamat SMA tahun 1985, Jubing kuliah di jurusan Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Universitas Indonesia dan lulus tahun 1992.

Tahun 1990, pernah bekerja di Tabloid Nova sebagai jurnalis. Ia sempat belajar gitar lagi pada Arthur Sahelangi saat bekerja sebagai wartawan. Tahun 2003, Jubing meninggalkan Tabloid NOVA demi menjadi gitaris.  Kini, Jubing adalah instruktur/ seminator/ penguji gitar di Yayasan Musik Indonesia (Yamaha) dan Sekolah Musik “Relasi” Jakarta, penulis tetap di di majalah edukasi musik “Staccato” dan “Gitar Plus”, berkonser/rekaman bersama sejumlah grup di dalam dan luar negeri, termasuk bersama Kwartet Punakawan yang dipimpin pianis Jaya Suparna.

Sejak tahun 2000 Jubing menampilkan aransemen dan komposisi gitar ciptaannya sendiri lewat internet. Karyanya pun sudah dikenal di berbagai negara. Sejumlah komposisi Jubing menjadi lagu wajib ujian gitar pada sekolah musik Yayasan Pendidikan Musik (YPM) Jakarta.

Tahun 2007 Jubing meluncurkan CD album solo gitar pertamanya berjudul  “Becak Fantasy” yang diproduksi label IMC Record. Lalu, lahirlah album-album berikutnya yaitu “Hujan Fantasy” (2008) dan “Delman Fantasy” (2009) yang tetap didominasi permainan solo gitar akustik.

Jubing juga telah menulis “Gitarpedia: Buku Pintar Gitaris” (2005) dan “Membongkar Rahasia Chord Gitar” (2007). Keduanya diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dan telah berkali-kali di  cetak ulang.

Agustus 2008, Jubing menjadi penata musik dalam film layar lebar “Kita Punya Bendera”, disutradarai Steven Purba. Film anak-anak ini bertemakan kebhinneka-tunggal-ika-an dan telah diputar di bioskop juga di berbagai sekolah di Indonesia.

sumber: wikipedia.org dan  jubing.net

by 3r0nZ

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s